Gonjang Gajing IHSG 2015

Gonjang ganjing IHSG 2015, keterpurukan IDR terhadap US$ dan kondisi ekonomi Makro yang tidak mendukung.

Gonjang ganjing IHSG 2015, keterpurukan IDR terhadap US$ dan kondisi ekonomi Makro yang tidak mendukung.

Ini tulisan pertama kali di blog setelah hampir setahun lebih nganggur. Apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang melihat grafik IHSG diatas ?

Tentu saja, banyak informasi yang dapat kita kita ketahui dari gambar tersebut diatas. Gambar diatas hanya memberikan informasi tentang pergerakan secara keseluruhan/gabungan dari seluruh saham perusahaan yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lebih tepatnya pergerakan harga secara teknis atau teknikal. So, what ever it is, it doesn’t move without any crusial triggers, does it ? Pasti ada sesuatu yang mempengaruhinya dari luar, external factor sehingga kadang bisa naik dan kadang bisa terjerembab.

Atau dengan mengikuti berita dari internet ataupun media surat kabar, kita dapat mengetahui, apa yang terjadi sebenarnya pada ekonomi Indonesia ataupun ekonomi di dunia. Ekonomi dunia yang bener saja ? (sambil nyinyir atau bahkan mayun). Yah, ini disebabkan perekonomian dan sistem keuangan dunia sudah tanpa sekat (border-less), saling terhubung. Guncangan ekonomi di suatu negara yang jaraknya puluhan ribuan kilometer bisa berdampak pada perekonomian di Indonesia.

Kira-kira apa yang akan menjadi ‘The Next Big Things’ untuk membuat grafik yang ada diatas naik/turun ? Well, saat ini banyak berita tersebar tentang

  1. kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (lebih sering disebut The Federal Reserve, singkatnya The Fed), jumlah pengangguran, inflasi.
  2. penurunan nilai mata Tiongkok, Yuan (¥, atau renminbi), pelemahan nilai export Tiongkok  dan ikuti devaluasi mata uang negara lain (salah satunya, ‘₫’ – Dong Vietnam).
  3. Naiknya suku bunga Bank Indinesia (BI Rate), melemahnya harga komoditas export yang berasal dari sumber daya alam (batu bara, crude palm oil/CPO, karet mentah, nikel, emas dll).
  4. faktor ekonomi makro (export vs import, cadangan devisa, jumlah pengangguran dll)
  5. Hmm… masih banyak lagi faktor yang bisa menjadi pemicu naik turunnya grafik diatas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s