Well, this is me who cross “Tugu” everyday. This blog will be dedicated to my activities across “Tugu” area, specially my investment (base on micro & macro), class – and other opinions surrounding my head (talking mind).

So, welcome to read and it’s nice to share with all of you 😉

Battle of Ceramics Industry

ARNA vs AMFG vs MLIA vs TOTO vs IKAI

 

Pertempuran di Industri keramik, itu lah judul page ini. Ini adalah page kedua dari tulisan saya. Di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat beberapa perusahaan keramik yang menjual sahamnya kepada investor. Dari grafik yang disajikan ada 5 (lima) perusahaan, yaitu:

  1. ARNA, Arwana Citramulia (tegel)
  2. AMFG, Asahi Flat Glass (kaca)
  3. MLIA, Mulia Industrindo (tegel, botol gelas kemasan, glass block)
  4. TOTO, Surya Toto Indonesia (sanitary wares, fittings, kitchen)
  5. IKAI, Inti Keramik Alam Sri Industri (tegel)

Ke-5 perusahaan keramik di atas memiliki spesifikasi produk yang mirip tapi pasar yang dituju berbeda-beda. Detail dari masing-masing produk bisa ditelusuri pada link yang sudah disediakan.

Bagi seorang yang sering mengamati pergerakan harga saham, entah dia seorang trader, swinger ataupun investor, tentu, sangat menarik melihat gambar grafik diatas. Alasan sederhananya yaitu mengambil keuntungan dari pergerakan harga saham perusahaan tersebut. Gambar diatas mengambil rentang waktu 3 tahun karena kemampuan dari data yang disediakan, oleh data feed Chart Nexus, terbatas.

Ada 3 saham perusahaan yang sedang mengalami penurunan (ARNA, AMFG, IKAI). Sebenarnya, ARNA sangat menarik karena memiliki return/pengembalian yang cukup tinggi diantara ke-5 saham perusahaan tersebut tetapi belakangan ini posisi yang telah dicapai tidak dapat dipertahankan. Dua saham perusahaan yang lain, yaitu: TOTO dan MLIA, juga menarik perhatian walaupun hasil return belum setinggi ARNA.

Lalu, bagaimana kita tahu atau memanfaatkan peluang dengan mengambil keuntungan dari pergerakan harga saham suatu perusahaan tersebut? Well, jawabnya ada 2, secara singkat atau secara mendalam. Secara singkat adalah cara yang paling mudah dengan cara lihat grafik saja, ikut-ikutan rumor (entah dari broker, milis saham, tafsir mimpi, wangsit, bisikan teman atau apapun yang lain) tapi dengan cara ini, tentu saja, tidak memiliki alasan yang kuat. So, I left this unreasonable methods behind and I’ll find a way (seperti yang dikatakan Luke Evans dalam Dracula Untold).

So, bagaimana kita mengetahui suatu perusahaan itu menguntungkan walaupun kadang tidak pernah muncul dalam ulasan para analis ataupun jarang sekali diulas oleh wartawan. Sebenarnya mudah saja, tidak perlu bersusah payah percaya dengan rumor, tulisan wartawan, broker ataupun ulasan para analis.

Wartawan hampir tidak pernah ke toko bangunan. Para analis saham tidak pernah mengetahui produk yang disukai konsumen. Apalagi broker, mereka belum tentu tahu tentang produk yang dijual oleh suatu perushaan yang listing di BEI, mereka lebih familiar dengan kode saham dari pada produk dari perusahaan. Jadi begini yah … 😀

Cari saja produknya yang paling mudah ditemui di sekitar lingkungan kita ketika kita pergi jalan-jalan dan banyak dipakai oleh teman, saudara atau kita sendiri.

Produk dari suatu perusahaan pastilah dijual ke pasaran dan mudah kita temukan, yaitu:

  1. di toko bahan bangunan ataupun toko besi, karena konteks-nya industri keramik.
  2. digunakan oleh hotel, apartemen, perumahaan ataupun mall.
  3. sering dipublikasikan di koran (peresmian bangunan/gedung)

Untuk pembahasan kali pertama ini, yang akan dibahas ARNA, TOTO dan MLIA. Dari ketiga perusahaan yang bergerak dalam bidang keramik ini, tentu ada alasan dibalik harga yang menarik, untuk kita sebagai masyarakat, mendapatkan keuntungan berupa kenaikan harga ataupun deviden.

bersambung…. 🙂

Gonjang Gajing IHSG 2015

Gonjang ganjing IHSG 2015, keterpurukan IDR terhadap US$ dan kondisi ekonomi Makro yang tidak mendukung.

Gonjang ganjing IHSG 2015, keterpurukan IDR terhadap US$ dan kondisi ekonomi Makro yang tidak mendukung.

Ini tulisan pertama kali di blog setelah hampir setahun lebih nganggur. Apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang melihat grafik IHSG diatas ?

Tentu saja, banyak informasi yang dapat kita kita ketahui dari gambar tersebut diatas. Gambar diatas hanya memberikan informasi tentang pergerakan secara keseluruhan/gabungan dari seluruh saham perusahaan yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lebih tepatnya pergerakan harga secara teknis atau teknikal. So, what ever it is, it doesn’t move without any crusial triggers, does it ? Pasti ada sesuatu yang mempengaruhinya dari luar, external factor sehingga kadang bisa naik dan kadang bisa terjerembab.

Atau dengan mengikuti berita dari internet ataupun media surat kabar, kita dapat mengetahui, apa yang terjadi sebenarnya pada ekonomi Indonesia ataupun ekonomi di dunia. Ekonomi dunia yang bener saja ? (sambil nyinyir atau bahkan mayun). Yah, ini disebabkan perekonomian dan sistem keuangan dunia sudah tanpa sekat (border-less), saling terhubung. Guncangan ekonomi di suatu negara yang jaraknya puluhan ribuan kilometer bisa berdampak pada perekonomian di Indonesia.

Kira-kira apa yang akan menjadi ‘The Next Big Things’ untuk membuat grafik yang ada diatas naik/turun ? Well, saat ini banyak berita tersebar tentang

  1. kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (lebih sering disebut The Federal Reserve, singkatnya The Fed), jumlah pengangguran, inflasi.
  2. penurunan nilai mata Tiongkok, Yuan (¥, atau renminbi), pelemahan nilai export Tiongkok  dan ikuti devaluasi mata uang negara lain (salah satunya, ‘₫’ – Dong Vietnam).
  3. Naiknya suku bunga Bank Indinesia (BI Rate), melemahnya harga komoditas export yang berasal dari sumber daya alam (batu bara, crude palm oil/CPO, karet mentah, nikel, emas dll).
  4. faktor ekonomi makro (export vs import, cadangan devisa, jumlah pengangguran dll)
  5. Hmm… masih banyak lagi faktor yang bisa menjadi pemicu naik turunnya grafik diatas.